BNN Tekankan Resiliensi Generasi Muda Hadapi Ancaman Narkotika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Narkotika Nasional (BNN) menekankan pentingnya resiliensi generasi muda untuk menolak narkotika. Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan pesan ini dalam Kuliah Umum Nasional di Universitas Majalengka, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026). Ia menyebut resiliensi berarti kemampuan menjaga diri dan lingkungan serta berani menjadi bagian dari solusi.
Suyudi mengutip World Drug Report 2026 (UNODC) yang menyebut 331 juta orang di dunia menggunakan narkoba pada 2024. Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba 2023-2025 mencatat prevalensi 2,11 persen atau 4,15 juta jiwa dari kelompok usia produktif. Masyarakat usia 15-24 tahun mendominasi 33 persen dari seluruh kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia, artinya satu dari tiga penyalahguna adalah generasi muda.
Suyudi menegaskan dampak penyalahgunaan narkotika tidak hanya pada individu, tetapi juga keluarga, pendidikan, lingkungan, dan perekonomian negara. Ia menilai perlindungan generasi muda dari narkotika adalah agenda pembangunan nasional, terutama terkait visi Indonesia Emas 2045 dan bonus demografi. Acara ini dihadiri oleh Rektor UNMA, Bupati Majalengka, dan didukung oleh Bank Mandiri melalui ekosistem Danantara.
Bagikan
Berita terkait
Danpusterad: Kesadaran Bela Negara Generasi Muda Pondasi Indonesia Emas 2045
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 17.03
Razia BNN di Tempat Hiburan Malam Tegal, 9 Orang Positif Narkotika
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 11.30
Waka MPR Akbar Supratman Puji BNN Ungkap Sindikat Narkoba 1,3 Ton
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.28
Pemkab Majalengka dan BNN Perkuat Upaya Pencegahan Narkotika
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.28