BNPB: Korban gempa NTT capai 136 jiwa-70 persen rumah terverifikasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat akumulasi korban jiwa akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 136 orang, dengan 88 di antaranya meninggal secara tidak langsung setelah penanganan medis. Gempa yang terjadi pada 15 Agustus juga menyebabkan kerusakan fisik berskala masif pada 102.384 unit rumah warga, yang terdiri dari kerusakan berat, sedang, dan ringan. Untuk memastikan akurasi penyaluran bantuan, tim gabungan BNPB dan pemerintah daerah sedang melakukan verifikasi lapangan terhadap kerusakan rumah, dengan progres pemetaan mencapai sekitar 70 persen dari total target unit bangunan. Direktorat Pengendalian Operasi BNPB menargetkan penyelesaian verifikasi data fisik rumah rusak pada pekan depan agar proses pencairan bantuan perbaikan dapat segera dilaksanakan. Sementara itu, BNPB telah menyalurkan bantuan logistik darurat seberapa total 2.178 ton melalui dua posko utama, dengan 1.379 ton ke Labuan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat) dan 664 ton ke Maumere (Kabupaten Sikka) untuk mendukung kebutuhan hidup warga di lokasi pengungsian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.27
Update Gempa NTT: BNPB Catat 136 Korban Jiwa dan Verifikasi Rumah Rusak Capai 70 Persen
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 08.06
Gempa Susulan di NTT Terus Terjadi, Ini Data Terbarunya
Detik.com · 10 September 2026 pukul 06.16
Update Korban Gempa NTT: 135 Orang Meninggal Dunia
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.28
Update Korban Gempa NTT: 135 Orang Meninggal Dunia
Berita terkait
Update Gempa M7,7 NTT: 100 Korban Meninggal, 180 Ribu Warga Mengungsi
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.45
Hari Kedelapan Gempa NTT, BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 09.05
Update Gempa NTT: 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 19.00
Update Jumlah Korban Gempa NTT: 72 Orang Meninggal, 82.691 Mengungsi
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 12.49