Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

BNPB: Tidak ada Istilah Bencana, Fenomena Alam Jadi Bencana Karena Keputusan Manusia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa tidak ada istilah 'bencana alam' karena fenomena alam hanya menjadi bencana akibat keputusan manusia. Dalam acara Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026, BNPB menekankan pentingnya mengenali risiko, ancaman, dan kerentanan untuk melindungi masyarakat. Perubahan iklim global menyebabkan siklon tropis semakin sering menerjang wilayah Nusantara, seperti yang terlihat dari jejak Siklon Tropis Senyar yang memberikan dampak signifikan pada Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Direktur GFSR BNPB, Raditya Jati, menegaskan bahwa periode 2026 hingga 2030 merupakan jendela kritis untuk mencapai target Kerangka Kerja Sendai dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Perubahan iklim, urbanisasi cepat, eksposur infrastruktur, dan kerentanan sosial-ekonomi saling mempengaruhi. Wakil Menteri ESDM Yuliot menyoroti tiga langkah strategis: menjadikan pengurangan risiko bencana sebagai investasi inti, memperkuat sistem peringatan dini yang inklusif, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

BNPB juga sedang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pada 9 September 2026, berhasil memadamkan 421,19 hektare lahan terbakar di enam provinsi dengan menggunakan 15.091 personel, 520.000 liter air, dan tiga helikopter Chinook Jepang. Upaya ini mendukung target nasional untuk menjadi pusat keunggulan dalam penanggulangan bencana.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait