Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BNPB Ungkap Kondisi Terkini Usai Gempa M 7,7 Guncang NTT

Gempa bumi berkekuatan M 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Gempa berpusat di laut pada kedalaman 15 km, berjarak 38 km timur laut Mbay, Nagekeo. Guncangan ini terasa kuat hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pulau Sulawesi. Laporan pendahuluan dari Kodim Sikka mencatat kerusakan parah di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Dua orang tewas dan satu orang luka. Tim gabungan Basarnas, TNI, dan Polri sedang melakukan evakuasi. Data korban masih dalam proses verifikasi oleh BNPB.

Gempa berdurasi sekitar satu menit memicu kepanikan di Kabupaten Nagekeo, Sikka, hingga Manggarai Barat. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD setempat mengarahkan evakuasi darurat di wilayah pesisah. Kepanikan juga terjadi di Kota Bima (NTB) hingga wilayah Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.

Pascagempa utama, BMKG mencatat gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo besar terus memborbordir wilayah NTT. Namun, BNPB mengonfirmasi bahwa gempa susulan tidak berpotensi tsunami. BNPB bersama BPBD dan aparat gabungan masih melakukan pembaruan data terkait korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan infrastruktur. Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada, dan menjauhi bangunan rusak. Informasi resmi hanya diperoleh dari kanal BMKG, BNPB, BPBD, dan TNI-Polri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait