Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Boni Hargens: Wacana Pergantian Kapolri Rugikan Presiden Prabowo

Analis politik dan hukum Boni Hargens menilai wacana pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) berpotensi merugikan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, dalam situasi politik yang sedang panas, terutama setelah polemik kasus korupsi yang melibatkan mantan petinggi kejaksaan, pergantian Kapolri berisiko diartikan secara keliru oleh berbagai pihak, terutama kelompok oposisi yang aktif membangun narasi alternatif di ruang publik.

Boni memperingatkan bahwa setiap kebijaran eksekutif yang sensitif akan diuji tidak hanya dari sisi legalitasnya, tetapi juga dari sisi narasinya. Ia menyebutkan bahwa opini yang secara objektif keliru pun bisa menjadi sangat efektif apabila didistribusikan pada momen yang tepat dan diarahkan kepada segmen masyarakat yang sudah memiliki kecurigaan terhadap pemerintah.

Salah satu argumen utama Boni adalah bagaimana keputusan yang secara substansial sah dan legitim dapat dieksploitasi secara naratif oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Ia secara khusus menyebutkan 'kelompok oposisi jalanan' sebagai aktor yang berpotensi memanfaatkan momentum pergantian Kapolri untuk membangun opini merugikan presiden, seperti mengklaim bahwa pergantian dilakukan karena Kapolri terlalu mengusut kasus korupsi yang melibatkan oknum Kejaksaan Agung.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait