Booming Perdagangan Semut di Eropa, Bisa Rusak Ekosistem?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdagangan semut ilegal di Eropa semakin marak, dengan ribuan semut dikirim dari Kenya ke berbagai negara. Sejak 2025, petugas Kenya Wildlife Service (KWS) beberapa kali menemukan semut dalam bagasi penyelundup, termasuk spesies Messor cephalotes atau semut pemanen raksasa Afrika. Satu ekor ratu semut dapat dijual hingga 200 Euro (sekitar 3,7 juta Rupiah). Ekspor satwa liar dilarang di Kenya, namun semut mudah diselundupkan karena ukurannya kecil. Pada April 2025, seorang warga Cina dihukum satu tahun penjara karena mencoba mengekspor semut. Kasus penyelundupan ini merupakan yang kedua dalam 12 bulan, setelah empat pria termasuk dua warga Belgia berusia 19 tahun ditangkap karena mencoba menyelundupkan 5.500 ratu semut dengan denda masing-masing sekitar 5.000 Euro.
Bagikan
Berita terkait
Peringati HUT ke-81 RI, Otorita IKN Tanam 1.708 Pohon dan Ukir Rekor MURI
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.00
NU Sebut Program MBG Tak Hanya Pemenuhan Gizi Tapi Juga Tata Ekosistem Pertanian
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 12.34
Menko Airlangga matangkan skema insentif motor listrik
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 21.20
Ahli Pesimis Piton Burma Bisa DIberantas, Sudah Jadi Predator Ganas
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.40