Booming Perdagangan Semut di Eropa, Bisa Rusak Ekosistem?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdagangan semut ilegal di Eropa semakin marak, dengan ribuan semut dikirim dari Kenya ke berbagai negara. Sejak 2025, petugas Kenya Wildlife Service (KWS) beberapa kali menemukan semut dalam bagasi penyelundup, termasuk spesies Messor cephalotes atau semut pemanen raksasa Afrika. Satu ekor ratu semut dapat dijual hingga 200 Euro (sekitar 3,7 juta Rupiah). Ekspor satwa liar dilarang di Kenya, namun semut mudah diselundupkan karena ukurannya kecil. Pada April 2025, seorang warga Cina dihukum satu tahun penjara karena mencoba mengekspor semut. Kasus penyelundupan ini merupakan yang kedua dalam 12 bulan, setelah empat pria termasuk dua warga Belgia berusia 19 tahun ditangkap karena mencoba menyelundupkan 5.500 ratu semut dengan denda masing-masing sekitar 5.000 Euro.
Bagikan
Berita terkait
AS dan China Berebut Bukit Suci di Kenya, Tersimpan Harta Karun Senilai Rp1.117 Triliun
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 20.47
Pemerintah Siapkan Rp 2,2 T Bangun Pabrik Pakan-Kembangkan Sapi Perah
Detik.com · 27 September 2026 pukul 11.30
Bicara di Sidang PBB, Menlu Rusia Tuduh Eropa Hambat Perundingan Ukraina
Detik.com · 27 September 2026 pukul 02.46
IHSG Anjlok ke 6.241 Akhiri Pekan Ini, 558 Saham Merah
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.23