Bos Pengusaha Hotel RI Buka Suara Soal Dampak Erupsi Anak Krakatau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gelombang pembatalan perjalanan akibat kondisi Gunung Anak Krakatau mulai mempengaruhi industri perhotelan di Indonesia. Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI) Maulana Yusran menyatakan bahwa gangguan akses transportasi, terutama penerbangan, langsung berdampak pada tingkat okupansi hotel, khususnya di wilayah yang bergantung pada wisatawan dari luar daerah. Namun, ia menekankan bahwa dampak ini tidak seragam di setiap wilayah dan bersifat dinamis sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Di wilayah seperti Lampung, meskipun penerbangan terganggu, masih tersedia alternatif jalur darat yang dapat digunakan wisatawan. Maulana menjelaskan bahwa pembatalan perjalanan tidak selalu mencerminkan penurunan minat wisatawan secara keseluruhan, melainkan lebih dipengaruhi oleh faktor keamanan dan kepastian akses menuju destinasi. Beberapa wisatawan bahkan mungkin memperpendek rencana perjalanan mereka akibat ketidakpastian ini.
PHRI masih memantau perkembangan situasi di beberapa wilayah termasuk Lampung, Banten, dan Jakarta. Besarnya dampak pada okupansi hotel belum dapat dihitung secara pasti karena data dari masing-masing daerah masih berkembang. Pelaku usaha hotel dihimbau untuk menilai kondisi secara fleksibel dan tidak langsung menyimpulkan penurunan minat wisatawan hanya berdasarkan fluktuasi pembatalan penerbangan.
Bagikan
Berita terkait
DPR Minta Pemerintah Optimalkan Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Area Gunung Anak Krakatau
VOI · 9 September 2026 pukul 12.09
Masker Naik Harga di Tengah Abu Vulkanik, Anggota DPRD DKI Bagikan 100 Dus Gratis
VOI · 9 September 2026 pukul 11.22
ISPA Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat, Banten Perpanjang PJJ hingga 11 September
VOI · 9 September 2026 pukul 11.15
FOTO: Pencarian 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.29