Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bos Ritel Benarkan Warga RI Kini Marak Belanja Pakai Paylater

Bos ritel di Indonesia menilai penggunaan layanan paylater (beli sekarang bayar nanti) oleh konsumen masih wajar dan mirip dengan cicilan kartu kredit yang sudah lama ada. Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Hippindo, menjelaskan bahwa banyak konsumen lebih memilih belanja dengan cicilan daripada membayar tunai, terutama saat ada promosi 0%. Ia menekankan bahwa paylater bukanlah hal yang tidak normal, berbeda dengan judi online yang memang harus dilarang.

Menurut laporan Bank Mandiri, indeks pengeluaran (Mandiri Spending Index) pada Juni 2026 mencapai 157,7, naik 24,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Data OJK dan Bank Indonesia menunjukkan total pinjaman online, kartu kredit, dan paylater non-bank mencapai Rp160,7 triliun pada Mei 2026. Dari jumlah tersebut, pinjaman online mendominasi dengan Rp103,7 triliun (65%), diikuti kartu kredit Rp43,8 triliun (27%), dan paylater Rp13,2 triliun (8%).

Meskipun porsonya masih kecil, paylater merekam pertumbuhan tercepat yakni 53,6% secara tahunan, sementara pinjaman online tumbuh 25,7% dan kartu kredit 15,6%. Namun, tren ini beriringan dengan melemahnya tabungan masyarakat yang terkontraksi 5,7% yoy. Budihardjo berharap pemerintah segera memberikan stimulus agar daya beli masyarakat pulih kembali.

Berita terkait