Bos Ritel Benarkan Warga RI Kini Marak Belanja Pakai Paylater
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bos ritel di Indonesia menilai penggunaan layanan paylater (beli sekarang bayar nanti) oleh konsumen masih wajar dan mirip dengan cicilan kartu kredit yang sudah lama ada. Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Hippindo, menjelaskan bahwa banyak konsumen lebih memilih belanja dengan cicilan daripada membayar tunai, terutama saat ada promosi 0%. Ia menekankan bahwa paylater bukanlah hal yang tidak normal, berbeda dengan judi online yang memang harus dilarang.
Menurut laporan Bank Mandiri, indeks pengeluaran (Mandiri Spending Index) pada Juni 2026 mencapai 157,7, naik 24,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Data OJK dan Bank Indonesia menunjukkan total pinjaman online, kartu kredit, dan paylater non-bank mencapai Rp160,7 triliun pada Mei 2026. Dari jumlah tersebut, pinjaman online mendominasi dengan Rp103,7 triliun (65%), diikuti kartu kredit Rp43,8 triliun (27%), dan paylater Rp13,2 triliun (8%).
Meskipun porsonya masih kecil, paylater merekam pertumbuhan tercepat yakni 53,6% secara tahunan, sementara pinjaman online tumbuh 25,7% dan kartu kredit 15,6%. Namun, tren ini beriringan dengan melemahnya tabungan masyarakat yang terkontraksi 5,7% yoy. Budihardjo berharap pemerintah segera memberikan stimulus agar daya beli masyarakat pulih kembali.
Bagikan
Berita terkait
Bos Ritel Benarkan Warga RI Kini Mrak Belanja Pakai Paylater
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 19.05
Bukan Sekadar Diskon, Ini Misi Utama Gelaran ISF 2026
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 21.45
Tabungan Susut-Belanja Andalkan Pinjaman, Warga RI Butuh Naik Gaji?
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 14.55
Tabungan Menipis, Warga RI Andalkan Kartu Kredit-Paylater Buat Belanja
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 13.35