BPBD Sebut Titik Hotspot Karhutla 3 Provinsi di Sumatra Menurun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penurunan titik hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi Sumatra. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan data dari SiPongi Kementerian Kehutanan pada 26 Agustus 2020. Di Sumatera Selatan, titik hotspot turun 263 poin menjadi 1.175 titik, dengan wilayah Ogan Komering Ilir dan Palembang masih membutuhkan pemadaman lanjutan. Di Riau, penurunan mencapai 157 titik sehingga tersisa 68 titik, meskipun kawasan gambut di Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru masih terlihat api dan asap. Di Jambi, titik hotspot berkurang 92 poin menjadi 42 titik, dengan Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, dan Batanghari masih memerlukan penanganan.
BNPB menyatakan harapan agar titik hotspot di Sumatra dan Kalimantan turun secara signifikan hingga kembali normal. Untuk mengatasi situasi ini, berbagai operasi darat dan udara telah dilaksanakan, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatra Selatan dan Riau.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 17.15
Update Karhutla: 3.947 Titik Panas di Kalteng, 2.825 Hotspot di Kalbar
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 23.35
Apa Itu Teknik Water Bombing? Seberapa Efektif Memadamkan Karhutla?
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 19.45
Menkeu Siap Cairkan Anggaran Karhutla Sumatera-Kalimantan: Asal Jangan Di-Markup!
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 19.00
BNPB Masih Punya Rp5 Triliun, Purbaya Siap Tambah Dana Karhutla Jika Kurang
Berita terkait
BNPB Ungkap Ada 198 Hotspot di Kalimantan Barat
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 13.03
1.487 Hotspot Terdeteksi di Wilayah Kalimantan, Terbanyak di Kalteng
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.01
Hotspot Karhutla di Kalimantan Mencapai 1.487 Titik, Kalteng Paling Tinggi
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 15.46
Karhutla di Kalteng Semakin Meluas, Ada 3.947 Titik Panas
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 17.56