BPH Migas optimalkan pemanfaatan jargas bagi warga diBojonegoro
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPH Migas mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas (jargas) bagi pelanggan rumah tangga dan usaha kecil di Bojonegoro, Jawa Timur. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut Bojonegoro punya potensi besar untuk pengembangan jargas melalui skema APBN, APBD, dan jargas mandiri PT PGN. Pemanfaatan gas bumi di Bojonegoro baru sekitar 55 persen dari total alokasi, sehingga peluang penambahan sambungan masih terbuka. Gas bumi dinilai lebih efisien, aman, dan ekonomis, dengan efisiensi biaya hampir 45 persen.
Biaya jargas bervariasi sekitar Rp25 ribu hingga Rp70 ribu per bulan tergantung konsumsi. Selain memasak, jargas juga digunakan untuk usaha mikro dan pemanas air. Sebanyak 16.200 sambungan jargas telah terpasang di Bojonegoro, beroperasi di Kecamatan Bojonegoro, Ngasem, dan Gayam di bawah PGN SOR III. Anggota Komisi XII DPR Ratna Juwita Sari berharap sambungan jargas ditambah untuk mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah pengguna merasakan manfaatnya. Suharsini (54) menggunakan jargas untuk memasak air lima kali sehari dengan harga Rp4.250 per meter kubik. Pelaku usaha mikro Dwi Merawati mengeluarkan Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per bulan. Ahmad Arief Mardianto dari restoran cepat saji menghemat dari rata-rata Rp8,3 juta menjadi Rp5,5 juta per bulan setelah beralih dari LPG ke jargas. BPH Migas bersama Komisi XII DPR terus melakukan sosialisasi agar masyarakat siap memanfaatkan jargas dan mendukung kemandirian energi.
Bagikan
Berita terkait
PGN Edukasi Penggunaan Gas Bumi ke UMKM Bojonegoro Terkait
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.20
RI Bakal Uji Coba Penggunaan CNG 'Pengganti' LPG 3 Kg Pekan Depan
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 09.00
Target Pemerintah Pasang 1,45 Juta Jaringan Gas Rumah Tangga di 2029
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 14.03
Tagihan Energi Naik 13 Persen, Inflasi Inggris Diperkirakan Capai 2,9 Persen
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 23.00