Breaking! Ekonomi Vietnam Meroket 9,95% di Kuartal III/2026, tapi...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III/2026, laju tercepat sejak pandemi. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspor kuat dan investasi infrastruktur, meski belum mencapai target 10% tahunan pemerintah. Dari Januari-September, ekspor naik 24,5% menjadi US$434,30 miliar, sementara impor melonjak 36,7% menjadi US$453,72 miliar, menciptakan defisit perdagangan sebesar US$19,42 miliar—tertinggi dalam sejarah. Kenaikan biaya impor, terutama energi akibat perang Iran, memperlebar defisit tersebut. Inflasi konsumen September mencapai 5,08%, sementara produksi industri dan investasi masing-masing tumbuh 16,7%.
Asian Development Bank (ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Vietnam tahun ini menjadi 7,8%, didukung oleh sektor manufaktur dan arus investasi asing langsung yang masuk naik 12,1% menjadi US$21,1 miliar. Namun, ADB memperingatkan risiko jangka panjang seperti permintaan global yang melemah dan tekanan inflasi akibat harga energi tinggi. Analis Verisk Maplecroft, Laura Schwartz, menyoroti kekhawatiran pertumbuhan yang terlalu cepat dan potensi kelangkaan listrik di jangka pendek hingga menengah.
Bagikan
Berita terkait
Rupiah Loyo ke Rp17.906 per Dolar AS Awali Oktober
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.26
OECD Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026-2027, Segini Angkanya
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 14.54
ADB Ramal Inflasi RI Bengkak ke 3,3%, Ekonomi Tumbuh 5,2% di 2026
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 17.55
IHSG Berpeluang Menguat, Sentimen The Fed Mulai Jadi Penopang
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 07.48