BRIN peringatkan risiko amplifikasi ekologi dan wabah pascabencana
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peneliti BRIN Ristiyanto memperingatkan bencana alam dapat memicu amplifikasi ekologi yang berisiko menimbulkan wabah penyakit tular vektor. Bencana seperti tsunami, banjir, atau kekeringan mengubah lingkungan, meningkatkan populasi vektor (nyamuk, tikus) dan reservoir penyakit, sehingga meningkatkan kontak dengan manusia dan risiko penyakit. Jika lingkungan tidak segera ditangani, akan terjadi pembesaran risiko penyakit seperti DBD, malaria, leptospirosis, dan salmonelosis. Diperlukan pengamatan perubahan ekologi sebagai sinyal awal sebelum kasus penyakit meningkat.
Bagikan
Berita terkait
Tim SAR Evakuasi Lansia dan Ibu Hamil Pascagempa NTT
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.17
Peneliti BRIN Tekankan Pengendalian Penyakit Pascabencana Tak Bisa Dipukul Rata
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 14.35
Warga Desa Pondo Manggarai Barat Bertahan di Tengah Ancaman Kelaparan dan Gempa Susulan
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.22
Serikat Karyawan Bulog Salurkan Bantuan pada Korban Gempa NTT
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.03