Buaya Berkeliaran di Pesisir Tulungagung, Petugas Ungkap Kendala Evakuasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) terus memantau keberadaan seekor buaya yang beberapa kali terlihat di pesisir selatan Kabupaten Tulungagung. Buaya tersebut berpindah-pindah lokasi mulai dari Pantai Sidem hingga Pantai Popoh. Koordinator PSDKP Tulungagung Samsul Rijal mengatakan petugas bersama TNI AL dan Polairud terus berkoordinasi memantau pergerakan satwa itu. Buaya sempat muncul kemudian menghilang dan berpindah-pindah tempat. Petugas rutin melakukan pemeriksaan ke lokasi untuk memantau keberadaannya.
Menurut Samsul, petugas belum dapat melakukan evakuasi karena buaya lebih sering berada di perairan. Kondisi itu menyulitkan penangkapan karena buaya mampu berenang dan menyelam. Satwa tersebut berpotensi agresif ketika didekati. Penanganan harus sesuai prosedur karena buaya adalah satwa dilindungi. Evakuasi harus dalam kondisi hidup, tidak sembarangan. Penanganan di laut memerlukan pengalaman khusus termasuk sinergi dengan nelayan lokal. Evakuasi tetap sulit karena karakter agresif dan kemampuan berenang menyelam.
Proses evakuasi lebih memungkinkan jika buaya berada di daratan. Petugas memprioritaskan pemantauan untuk mengetahui pola kemunculan dan pergerakan. Identifikasi langsung belum bisa karena buaya lebih sering di perairan daripada daratan. Untuk sementara dilakukan pemantauan dan koordinasi.
Bagikan
Berita terkait
Buaya 4,5 Meter Dievakuasi dari Area Tambak Warga di Sambas
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 14.25
Tindak Lanjut Instruksi Presiden, Pemerintah Bergerak Cepat Evakuasi Korban Gempa NTT
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 19.30
Hotel Bintang 4 di Labuan Bajo Rusak Diguncang Gempa 7,7 M, Ini Penampakannya
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.03
Gempa NTT, BNPB Aktifkan Posko dan Fokus Evakuasi Korban yang Terjebak
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 19.00