Budi Daya Maggot di Mataram, Solusi Masalah Sampah Jadi Bernilai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
Sampah organik dari rumah tangga dan pelaku UMKM di kawasan Pantai Bagek Kembar, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB, kini dimanfaatkan untuk budi daya maggot black soldier fly (BSF). Program ini dikembangkan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak usahanya, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg), melalui fasilitas pengolahan sampah bertaraf TPS3R di sekitar PLTMGU Lombok Peaker. Sampah organik tidak lagi hanya dikumpulkan dan dibuang, tetapi dipilah dan dijadikan pakan maggot BSF untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarawati menyatakan budi daya maggot menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan melibatkan masyarakat. Masyarakat juga dilatih agar mampu mengolah sampah organik menjadi pakan maggot, sehingga tidak hanya terlibat dalam pemilahan, tetapi juga dalam pemanfaatan langsung. Pengembangan ini mendukung konsep ekonomi sirkular di kawasan Bagek Kembar, di mana sampah yang sebelumnya menjadi limbah kini bernilai ekonomi.
Lalu Martawang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, menekankan bahwa pembangunan TPS3R bukan sekadar menyediakan sarana, tetapi juga mendukung perubahan perilaku dan budaya masyarakat dalam memperlakukan sampah. Dengan demikian, sampah organik diharapkan lebih banyak dimanfaatkan, mengurangi sampah di tempat pembuangan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Bagikan
Berita terkait
IPB kembangkan model bisnis maggot berkonsep plasma-inti
ANTARA News · 20 September 2026 pukul 12.04
Sampah Organik Jadi Mikroorganisme Lokal dan Kompos Berkelanjutan
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.58
Ekonomi Sirkular, Pindo Deli Karawang Bangun Pengelolaan Sampah dari Masyarakat hingga Industri
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.54
Garudafood Gunakan 1,2 Ton MLP Daur Ulang untuk Sekolah
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 21.30