Budiman Soal Rocky Gerung Wantimpres: Republik Butuh Teknokrasi dan Filsafat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9364130/original/015289600_1790932174-Jepretan_Layar_2025-10-02_pukul_16.07.49.jpg)
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menyatakan Indonesia membutuhkan tradisi pemikiran yang menjaga hubungan antara gagasan kebangsaan, politik, dan pemerintahan. Ia menekankan bahwa Indonesia lahir dari imajinasi komunitas yang dibayangkan para tokoh pergerakan sebelum 1945, seperti Soekarno, Hatta, dan Sjahrir, yang bukan hanya politisi tapi juga pemikir. Budiman menilai republik butuh dua kapasitas: teknokratis untuk menerjemahkan gagasan menjadi kebijakan, dan filosofis untuk memastikan arah tetap sesuai tujuan dasar. Kehadiran Rocky Gerung di Wantimpres dianggap penting untuk memberikan perspektif kritis, namun ia menegaskan pemikiran harus diikuti dengan instrumen eksekusi agar tidak hanya wacana.
Bagikan
Berita terkait
Minta Buruh Kawal RUU Ketenagakerjaan, Rocky Gerung Ingatkan Jangan Sampai Ada Tikus Partai
JawaPos · 4 Oktober 2026 pukul 23.30
Setuju Rocky Gerung Jadi Ordal Istana, Denny: 'Daripada Dikuasai Orang-orangnya Jokowi seperti Qodari dan Paman Usman'
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 12.03
Tiga Tahun Lalu, Rocky Gerung Ngamuk-Ngamuk Dituduh Pendukung Prabowo
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 11.55
Di Balik Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo: Kekuasaan Itu Tak Pernah Bercerita...
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 08.00