Bukan Faktor Alam, TNBTS Ungkap Dugaan Karhutla Gunung Bromo Dipicu Aktivitas Manusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menduga kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo dipicu aktivitas manusia, bukan faktor alam. Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan dugaan tersebut pada Jumat (7/8) berdasarkan lokasi titik awal kebakaran di Blok Bantengan.
Menurut Rudi, Blok Bantengan memiliki jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dengan Ranu Pani. Pihaknya menduga orang yang melintas melalui jalur tersebut sempat membuat perapian untuk menghangatkan badan saat cuaca dingin, namun api tidak sepenuhnya dipadamkan sehingga berpotensi memicu kebakaran. "Kadang-kadang orang yang melintas saat cuaca dingin kemudian membuat perapian dan dimungkinkan lupa atau seperti apa, seperti itu yang kami duga," ujarnya.
Rudi menegaskan dugaan ini masih bersifat kesimpulan awal dan TNBTS masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Saat ini, pihak TNBTS juga belum menentukan sanksi bagi pelaku yang nantinya terbukti membuat perapian dan memicu kebakaran di kawasan Gunung Bromo.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 10 Agustus 2026 pukul 07.17
Kebakaran hutan di kawasan TNBTS capai 520 hektare
ANTARA News · 9 Agustus 2026 pukul 18.23
Menhut serahkan penyelidikan penyebab karhutla di Bromo kepada aparat
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 23.08
Kebakaran Meluas, Kawasan Wisata Bromo Ditutup Total
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.06
Pengelola Ungkap Kebakaran 120 Ha Lahan di Gunung Bromo Dipicu Ulah Manusia
Berita terkait
Kebakaran Bromo Meluas hingga Jemplang Malang
CNN Indonesia · 13 September 2026 pukul 16.10
Kebakaran Makin Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 07.32
Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
Detik.com · 13 September 2026 pukul 05.30
Kawasan Wisata Gunung Bromo Dibuka Kembali setelah Karhutla Ditangani Selama 13 Hari
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 18.00