Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Rp10.000 per Liter, Ini Harga Sebenarnya BBM Pertalite

Pemerintah Indonesia memberikan subsidi pada Pertalite dan Solar Subsidi, sehingga harga di pasaran jauh di bawah harga keekonomian sebenarnya. Pertalite dijual Rp 10.000 per liter padahal harga aslinya mencapai Rp 16.100 per liter. Solar Subsidi dijual Rp 6.800 per liter padahal harga keekonomiannya Rp 12.000 per liter. Selain itu, LPG 3 kg juga disubsidi, dijual Rp 20.000-Rp 21.000 per tabung padahal harga sebenarnya mencapai Rp 56.000 per tabung.

Ketergantungan pada impor menjadi penyebab utama kerentanan energi Indonesia. Kebutuhan BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, namun produksi hanya sekitar 600.000 barel per hari. Akibatnya, beban APBN menjadi meningkat karena pemerintah harus mengeluarkan banyak dana untuk impor. Distribusi subsidi energi juga dinilai belum tepat sasaran, dengan 63% subsidi tidak sampai ke kelompok yang membutuhkan.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu mendorong transisi energi dan dekarbonisasi. Penggunaan energi terbarukan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan mengurangi beban fiskal negara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait