Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Aman agar tidak Iritasi dan Ingrown Hair

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), tidak ada alasan medis atau kebersihan yang mengharuskan seseorang menghilangkan seluruh bulu kemaluan. Keputusan untuk memangkas atau mencukur sepenuhnya merupakan pilihan pribadi. Namun, mencukur dapat meningkatkan risiko cedera dan infeksi. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa mencukur terlalu sering dapat menyebabkan iritasi, luka kecil, razor burn, hingga rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair). Rambut kemaluan yang cenderung kasar dan keriting lebih rentan mengalami hal ini setelah dipotong sangat pendek. Cleveland Clinic menambahkan bahwa rambut tumbuh ke dalam dapat terasa gatal atau nyeri dan sering terjadi setelah pencukuran, pencabutan, atau waxing. ACOG merekomendasikan trimming atau memangkas rambut sebagai pilihan yang lebih aman karena tidak memotong rambut terlalu dekat dengan kulit, sehingga risiko luka dan infeksi lebih rendah. Jika tetap ingin mencukur, AAD menyarankan membasahi kulit dan rambut terlebih dahulu, menggunakan krim atau gel cukur, serta menghindari tekanan berlebihan. Penggunaan pisau cukur yang tajam dan bersih juga penting untuk mengurangi risiko iritasi. Jika setelah mencukur muncul benjolan bernanah, nyeri yang memburuk, kemerahan yang meluas, atau keluhan yang tidak membaik, sebaiknya dilakukan pemeriksaan dokter. Folikulitis, yang ditandai dengan peradangan atau infeksi pada folikel rambut, dapat menjadi komplikasi dari mencukur. Secara keseluruhan, menjaga kebersihan area kemaluan tidak harus melibatkan penghilangan seluruh rambut. Memangkas secara berkala atau membiarkan rambut tumbuh juga merupakan pilihan normal yang aman.

Berita terkait