Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Cara Merawat Mobil Listrik yang Aman agar Baterai Awet

TREN kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus meningkat seiring komitmen pemerintah menuju netralitas karbon. Bagi pemilik baru, transisi dari mobil bensin ke listrik memunculkan pertanyaan besar, terutama terkait perawatan baterai yang menjadi komponen termahal. Berbeda dengan mobil konvensional, EV memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit, namun perawatan baterai dan sistem elektrikal tetap memerlukan perhatian khusus agar performa optimal dan usia pakai panjang.

Baterai lithium-ion adalah jantung mobil listrik, dan suhu ekstrem—panas atau dingin—dapat memengaruhi kesehatannya. Di iklim tropis seperti Indonesia, paparan panas matahari langsung saat parkir dapat memicu sistem pendinguan baterai bekerja lebih keras, mengonsumsi daya, dan mengganggu stabilitas kimianya. Oleh karena itu, parkir di tempat teduh atau indoor disarankan. Selain itu, meskipun tidak perlu ganti oli, pemeriksaan cairan sistem, tekanan ban, dan pembaruan perangkat lunak tetap penting untuk menjaga efisiensi dan keselamatan kendaraan.

Untuk penggunaan jangka panjang, seperti saat ditinggalkan mudik atau ke luar negeri, disarankan menyimpan baterai pada kapasitas 40% hingga 60%, bukan 100% atau di bawah 10%. Dengan perawatan yang tepat, baterai mobil listrik dapat bertahan setara dengan usia kendaraan, sekaligus menjaga nilai jual kembali tetap tinggi. Produsen global rancang baterai EV untuk tahan lama, namun faktor suhu, penggunaan, dan pemeliharaan tetap menjadi kunci utama daya tahannya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait