Catatan Kritis Ekonom Soal Capaian Ekonomi RI 5,29% di Kuartal II-2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tercatat 5,29%, melambat dari kuartal I-2026 sebesar 5,61% namun lebih cepat dari kuartal II-2025 sebesar 4,97%. Ekonom dari Indef Eko Listiyanto menilai kualitas pertumbuhan ini rapuh karena didorong oleh stimulus fiskal, sehingga konsumsi belum solid. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga turun dari 5,52% di kuartal I ke 5,06% di kuartal II.
Indonesia mengalami penurunan nilai ekspor bersih menjadi -0,78%, lebih besar kerugiannya dibanding kuartal II-2025 sebesar -0,02%, menandakan hilangnya daya saing global. Terdapat anomali di sektor perdagangan yang tumbuh 6,39% tetapi penyerapan tenaga kerja berkurang 128.000 orang dari Februari hingga Mei 2026. Kemiskinan di desa memburuk dari segi kedalaman indeks dan keparahan, diperburuk oleh keterbatasan anggaran daerah.
Eko menekankan perlunya perhatian serius dari pemerintah untuk mengatasi isu-isu kualitas pertumbuhan yang mencakup konsumsi, ekspor, penyerapan kerja, dan kemiskinan pedesaan.", "tags": ["pertumbuhan ekonomi", "indonesia", "ekonomi", "penyerapan tenaga kerja", "kemiskinan"]
Bagikan
Berita terkait
Aiptu Herbin, Polisi di Dairi Meninggal saat Antar Korban Kebakaran ke RS
kumparan · 27 September 2026 pukul 13.44
Jaga Jateng Bebas Rabies, Pemprov Alokasikan 10 Ribu Dosis Vaksin Gratis
Detik.com · 27 September 2026 pukul 13.37
Truk Pengangkut Gas Tabrak Pembatas Jalan Tol Jagorawi, Sopir Diduga Microsleep
kumparan · 27 September 2026 pukul 13.36
Restoran di Melawai Jaksel Kebakaran
CNN Indonesia · 27 September 2026 pukul 13.36