CCTV di Pejompongan Dirusak Saat Bentrokan Usai Demo, Pramono Minta Pelaku Ditelusuri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya menelusuri pelaku perusakan kamera pengawas (CCTV) di kawasan Pejompongan yang terjadi saat bentrokan usai aksi unjuk rasa di depan gedung DPR-MPR pada Kamis, 27 Agustus. Pramono menilai perusakan fasilitas publik tidak dapat dibenarkan, meskipun penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari demokrasi. Ia memerintahkan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta untuk mempelajari rekaman dan informasi terkait pihak yang diduga melakukan perusakan CCTV tersebut. Jika pelaku berhasil diidentifikasi, pemerintah daerah akan mengambil langkah lanjutan. Pramono menegaskan aksi demonstrasi tetap memiliki ruang dalam sistem demokrasi selama dilakukan sesuai aturan, namun tindakan yang berujung pada kerusakan dan kekerasan dapat menghilangkan dukungan masyarakat. Setelah bentrokan, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan petugas kebersihan untuk memulihkan kondisi sejumlah titik yang terdampak aksi, sehingga jalan-jalan di Jakarta relatif kembali normal pada pagi harinya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 14.14
Pramono Minta Pelaku Perusak CCTV saat Aksi di DPR Dicari
Berita terkait
Pramono Tanggapi Rencana Demo Warga Pati di Jakarta 26-27 Agustus
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 12.07
Persilakan Warga Pati Demo di Jakarta, Pramono: Tidak Boleh Merusak dan Anarkis
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 15.24
Pramono Ajak Masyarakat Bersama Jaga Keamanan Jakarta
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 14.40
Jelang Aksi Mahasiswa, Pemprov DKI Ajak Masyarakat Tetap Jaga Keamanan Jakarta
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.21