Cegah Anak Putus Sekolah, Kalsel Perkuat Program Paket C hingga Pendidikan Inklusif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat melalui pendidikan formal, kesetaraan, dan inklusif untuk mencegah anak putus sekolah. Gubernur Kalsel, H. Muhidin, menegaskan tidak boleh ada anak yang tertinggal dari pendidikan, dengan fokus pada pembukaan akses seluas-luasnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel mencatat Angka Partisipasi Sekolah (APS) kelompok usia 16-18 tahun sekitar 75%, menunjukkan sebagian anak usia SMA tidak sedang mengikuti pendidikan. Rata-rata lama sekolah masyarakat Kalsel adalah 8,81 tahun atau setara kelas IX SMP, mengindikasikan perlunya perluasan akses hingga jenjang menengah. Untuk mengatasi tantangan ini, Pemprov Kalsel mengalokasikan dana Rp500 juta bagi setiap kabupaten/kota guna memperkuat program paket A, B, dan C, sebagai strategi menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Bagikan
Berita terkait
Tak Ada Pengecualian, Penggugat 'Ijazah' Gibran Minta Wapres Tempuh 6 Semester
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 10.10
5 Tanda Disleksia pada Anak saat Belajar Membaca yang Wajib Diwaspadai
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.04
Tabalong Raih Penghargaan Kategori Akses Layanan Pendidikan
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.58
5 Rekomendasi HP untuk Anak Sekolah
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 18.40