Cegah Kanker Serviks, Menkes Butuh USD 1,4 Miliar untuk Vaksin HPV
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pemerintah Indonesia membutuhkan dana sekitar USD 1,4 miliar untuk program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang ditujukan bagi sekitar 10 juta anak perempuan di usia 10-11 tahun. Pengungkapan ini dilakukan dalam Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, pada Selasa (15/9). Budi menjelaskan bahwa kanker serviks menyebabkan sekitar 21.000 hingga 24.000 kematian setiap tahun di Indonesia, dan vaksinasi HPV menjadi langkah penting pencegahan. Pemerintah telah meluncurkan kampanye vaksinasi HPV secara nasional sejak 2022, dengan biaya satu dosis vaksin sekitar USD 120-140 yang memberikan perlindungan seumur hidup. Dibandingkan dengan biaya pengobatan kanker serviks yang dapat mencapai USD 20.000 hingga USD 100.000, vaksinasi justru lebih ekonomis. Budi juga menyampaikan rencana untuk memperluas vaksinasi ke kelompok usia 15-16 tahun dan 20-21 tahun agar seluruh perempuan Indonesia terlindungi. Jika anggaran dari Kementerian Keuangan tidak mencukupi, pemerintah memohon dukungan donor untuk menutup kebutuhan anggaran tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Panduan Terbaru Skrining Kanker Serviks yang Wajib Diketahui
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 10.00
Polling kumparan: 13,07 Persen Pembaca Sudah Vaksin HPV
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 15.37
Keputihan Berubah Warna dan Bau? Kenali Tanda yang Perlu Diwaspadai
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 21.30
Pemprov DKI Dukung Program Sejuta Vaksin HPV untuk ASN dan Keluarga
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 12.09