Cegah Kebakaran Hutan & Lahan, Pemprov Jabar Siaga Penuh Hadapi Kemarau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan kesiagaan menghadapi musim kemarau untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kehutanan dan BPBD Jabar mengintensifkan langkah seperti patroli di wilayah rawan, pemantauan tutupan hutan, sosialisasi edukatif, dan koordinasi lintas sektor. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, memastikan api unggun padam sempurna, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena peran aktif warga menjadi kunci mitigasi.
Data BPBD Jabar per 10 Agustus 2026 mencatat 90 kejadian karhutla di 72 kecamatan, dengan kasus terbanyak di Kabupaten Sumedang (16 kejadian), Kabupaten Majalengka (11), dan Kabupaten Bandung (8). Karhutla berdampak merusak vegetasi, mengancam habitat satwa liar, memperburuk kualitas tanah dan udara, serta meningkatkan risiko kesehatan bagi anak-anak dan lansia.
BPBD juga memperkuat kesiapsiagaan personel dan peralatan penanganan kebakaran, serta menyebarkan informasi peringatan dini. Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat bertujuan meminimalkan risiko dan dampak karhutla terhadap kelestarian hutan dan kesehatan masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.29
Kebakaran Bromo Mereda, Luas Lahan Terbakar 1.120 Hektare
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 12.00
Hingga 10 Agustus 2026, Sebanyak 90 Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di Jawa Barat
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 16.50
Inggris Rapat Darurat, 2.800 Warga Meninggal-45 Juta Terdampak
Berita terkait
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, KDM Instruksikan Semua Gunung di Jawa Barat Ditutup untuk Pendakian
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.15
Karhutla Jawa Barat Agustus 2026: 196 Hektare Lahan Terbakar di 132 Lokasi
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 16.05
Karhutla di Jawa Barat Meluas ke 19 Kabupaten dan Kota, Sumedang Terbanyak
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.40
BMKG Ungkap Awal dan Puncak Musim Hujan di RI
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 18.45