Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Cek Fakta: Benarkah Vaksin Cacar Air Menyebabkan Pandemi Shingles?

Vaksin cacar air (varicella) tidak menyebabkan pandemi shingles. Klaim ini tidak didukung bukti ilmiah. Cacar air dan shingles disebabkan virus Varicella-Zoster Virus (VZV) yang sama. Setelah infeksi cacar air, virus tetap di tubuh dalam keadaan tidak aktif dan bisa aktif kembali bertahun-tahun kemudian sebagai shingles. Reaktivasi ini dipengaruhi usia, stres, dan kekebalan tubuh, bukan vaksinasi. Hipotesis 'eksogenus boosting' yang menyatakan vaksinasi mengurangi paparan alami anak sakit cacar air sehingga meningkatkan shingles pada orang dewasa tidak terbukti kuat. Studi terbaru justru menunjukkan vaksinasi cacar air berhasil menurunkan komplikasi serius dan rawat inap. Vaksin cacar air juga lebih aman karena virusnya lebih lemah dibanding infeksi alami.

Peningkatan kasus shingles lebih dipengaruhi penuaan populasi dan peningkatan kesadaran diagnosis, bukan program vaksinasi anak. Untuk orang dewasa, terutama usia 50 tahun ke atas, pencegahan shingles lebih efektif melalui vaksin khusus herpes zoster, bukan menghindari vaksin cacar air. Vaksin ini dirancang khusus untuk mencegah reaktivasi virus pada orang dewasa. Masyarakat disarankan mendapatkan informasi dari otoritas kesehatan resmi. Vaksin cacar air tetap aman dan penting untuk anak-anak, dengan profil keamanan yang teruji selama puluhan tahun penggunaan global.

Studi Stanford menemukan lansia yang menerima vaksin shingles memiliki risiko demensia 20% lebih rendah. Vaksin juga terbukti mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, dan komplikasi serius lainnya. Shingles tidak menular, namun virus VZV-nya bisa menular ke orang yang belum pernah terinfeksi atau belum divaksin, menyebabkan cacar air pada orang tersebut.

Berita terkait