Celine Dion Alami Gejala Stiff-Person Syndrome 17 Tahun Sebelum Didiagnosis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Celine Dion mengungkapkan mengalami stiff-person syndrome (SPS) selama 17 tahun sebelum diagnosis pada 2022. SPS gangguan neurologis langka yang menyebabkan kekakuan otot dan kejang menyakitkan. Selama bertahun-tahun, Dion sulit berjalan dan memakai Valium dosis tinggi untuk beraktivitas. Kondisinya memburuk masa pandemi, membuat pembatalan banyak pertunjukan. Pada Desember 2022, diagnosis SPS resmi diumumkan. Dion menjalani pengobatan termasuk obat, terapi fisik, dan imunoterapi. Ia kembali tampil di residensi Paris September 2024 setelah menjauh dari panggung selama bertahun-tahun. Dion menyoroti pentingnya transparansi kepada penggemar yang telah mendukungnya selama puluhan tahun.
Bagikan
Berita terkait
Celine Dion Bikin Kejutan di Paris Fashion Week, Nyanyi I'm Alive di Bawah Menara Eiffel
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 09.55
Enam Tahun Absen, Celine Dion Kembali Bernyanyi di Hadapan Penggemar
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 08.23
40 Ribu Warga Jatim Terjangkit Wabah Influenza A, Begini Kondisinya
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.42
Cekcok Soal Biaya Berobat Anak, Istri Bunuh Suami di OKI
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 00.15