Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cepat Pulihkan Akses Imbas Gempa NTT, Penanganan Darurat Dipastikan Tak Terhambat

Pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja cepat, terpadu, dan terkoordinasi. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menugaskan sejumlah pejabat ke Labuan Bajo dan Maumere untuk memastikan penanganan di lapangan optimal. Fokus utama adalah evakuasi, keselamatan warga, distribusi bantuan, dan pembukaan akses wilayah terputus agar proses penanganan darurat tidak terhambat.

Dari aspek infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Daya Tata Ruang (PU) ditugaskan membuka kembali akses yang terputus dan memulihkan konektivitas serta layanan dasar. AHY menekankan bahwa konektivitas adalah prioritas karena tanpa akses, bantuan tidak akan sampai. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT kini menangani 12 titik longsoran yang mengganggu akses jalan, dengan tiga titik di ruas Ruteng–KM 210, satu titik di ruas KM 210–Batas Kabupaten Manggarai, dan delapan titik di ruas Aegela–Batas Kota Ende. Alat berat seperti loader dan excavator telah diterjunkan untuk pembersihan material longsor dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas.

Pemerintah juga memprioritaskan pemulihan layanan dasar, khususnya ketersediaan air bagi masyarakat. Kementerian PU melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur sumber daya air di wilayah terdampak. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay secara visual masih dalam kondisi baik, meski pemeriksaan teknis lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan keamanan infrastruktur.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait