Cerita Peserta Audisi PB Djarum, Rela Jauh dari Orang Tua Berbulan-Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fiendiziya Gwen Fernandes, 10 tahun asal Tanjungpinang, memilih tinggal jauh dari orang tuanya di asrama Sleman demi mengikuti latihan bulu tangkis yang lebih intensif. Gwen berhasil menembus babak screening Audisi Umum PB Djarum 2026 kategori U-11 dengan skor 21-8 dan siap kembali ke asrama jika lolos ke pembinaan Djarum. Keputusan meninggalkan keluarga datang dari keinginan kuatnya untuk menjadi atlet profesional, meski harus beradaptasi dengan bahasa Jawa dan rasa rindu terhadap orang tua yang dikelola lewat telepon.
Lusia Maheswari Gracia Pengajeng dari Magelang dan Yukiko Graciela Manangkot dari Minahasa juga menunjukkan tekad yang sama. Lusia didukung oleh sang kakek yang sekaligus pelatihnya, sementara Yukiko mencoba audisi Djarum untuk ketiga kalinya setelah sempat nyaris lolos di Makassar. Ketiganya termasuk 1.601 peserta audisi yang berusaha membidik tempat di klub bulu tangkis legendaris tersebut.
Audisi Umum PB Djarum 2026 menjadi ajang pemilihan bakat yang menarik ribuan peserta dari berbagai daerah Indonesia. Para peserta bersedia mengorbankan kenyamanan pribadi demi peluang besar untuk berkembang di lingkungan yang didukung oleh klub dengan sejarah panjang dalam mengembangkan atlet bulu tangkis nasional.
Bagikan
Berita terkait
Audisi Umum PB Djarum 2026: Memburu Mimpi Masuk Klub Legendaris
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.22
Audisi PB Djarum Diikuti 1.601 Pebulu Tangkis Belia, Cikal Bakal Regenerasi
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 18.52
Skuad Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026: 13 Pemain Jalani Debut
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 17.49
Tiongkok Masters 2026: Unggulan Pertama tak Jadi Beban, Jonatan Christie Lolos Ujian Perdana
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.06