China Gunakan Bintang di Langit untuk Memandu Rudal Hipersoniknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para ilmuwan dari Institut Penelitian Dirgantara Guangdong di China telah mengembangkan teknologi sistem navigasi modern untuk rudal hipersonik yang mengandalkan pengamatan posisi bintang di langit. Sistem ini mengadopsi metode pelayaran kuno dan dirancang sebagai solusi navigasi cadangan yang sangat penting apabila sinyal satelit utama mengalami gangguan teknis atau sengaja diblokir oleh musuh dalam situasi pertempuran.
Dengan memanfaatkan bintang sebagai titik referensi yang tetap, sistem navigasi astronomi ini dapat menentukan posisi serta arah orientasi rudal secara mandiri dan akurat. Keberadaan mekanisme ini memberikan lapisan pemandu tambahan bagi senjata serang hipersonik, meminimalkan ketergantungan pada pemancar sinyal eksternal, mengatasi celah kerentanan rudal dari disrupsi sinyal, serta membuat lintasan rudal semakin sulit dicegat pihak lawan.
Meskipun menawarkan perlindungan navigasi yang lebih andal, tantangan teknis paling berat dalam penerapan sistem panduan astronomi pada rudal hipersonik adalah mengatasi panas luar biasa. Suhu ekstrem tersebut muncul secara alami akibat gesekan kecepatan tinggi rudal saat menembus lapisan atmosfer menuju target sasaran.
Bagikan
Berita terkait
AS Akan Kirim 19 Kapal Selam di Sekitar Wilayah China
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 14.15
GWM Siapkan SUV Listrik Baru, Dimensi Lebih Panjang dari Geely EX5
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 00.05
AS Bongkar Skandal Raksasa, Lebih dari 40 Negara Bantu China Akali Tarif Trump
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 15.01
Xi Jinping Klaim China Butuh Semangat Juang Pantang Menyerah
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 14.58