Dagelan Politik Jokowi di Panggung Raja-Rajaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel membahas fenomena 'invented tradition' atau tradisi yang sengaja diciptakan untuk kepentingan kekuasaan. Penulis mencontohkan kisah Gajah Mada dan Sumpah Palapa yang diajarkan secara masif sejak sekolah dasar, lengkap dengan wajah rekaan M. Yamin yang dianggap mencerminkan kepentingan hegemoni. Menurut penulis, Indonesia pada dasarnya merupakan gabungan ratusan kerajaan kecil dan komunitas adat yang beragam, dengan ribuan tradisi, budaya, bahasa, dan suku. Sukarno-lah yang merajut keberagaman itu di bawah panji nasionalisme sipil modern, bukan atas dasar klaim monarki.
Artikel juga mengutip pemisahan Max Weber antara otoritas legal-rasional yang bersumber dari jabatan dan otoritas tradisional yang bersumber dari adat. Penulis menyoroti bahwa delapan dekade setelah kemerdekaan, arah kekuasaan justru berbalik dengan memanfaatkan narasi sejarah untuk mempertahankan dominasi. Inti artikel adalah kritik terhadap penggunaan sejarah dan tradisi sebagai alat politik oleh kekuasaan tertentu.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Singgung Palestina di Gontor: Kita Harus Kuat Bantu yang Tertindas
kumparan · 19 September 2026 pukul 12.48
Mengenal Giuseppe Garibaldi, Tokoh Penting di Balik Penyatuan Italia
VOI · 4 September 2026 pukul 00.22
Jurnalisme, Indonesia, dan Investasi Publik
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 17.42
Bukan Pengurus Partai, Bro Ron Ungkap Posisi Mengejutkan Jokowi di PSI Saat Ini
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 06.45