Dari Erupsi, Gempa, hingga Karhutla: Anggaran Kebencanaan Hanya Rp 491 Miliar, MBG Rp 229 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggaran penanggulangan bencana di tahun 2026 hanya mencapai Rp 491 miliar untuk BNPB, jauh lebih rendah dibandingkan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp 229 triliun. Kontras ini semakin mencolok mengingat bencana alam seperti erupsi gunung berapi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta banjir masih sering terjadi dan berdampak luas. Beberapa kasus keracunan makanan terkait MBG bahkan berujung fatal, sementara masyarakat terdampak bencana alam berisiko terserang racun akibat erupsi atau polusi udara. Pengamat kebijatan publik Trubus Rahadiansyah menyoroti bahwa pemerintah tidak memberi prioritas yang cukup pada penanggulangan bencana. Menurutnya, efisiensi anggaran sebaiknya dilakukan secara seimbang tanpa mengabaikan kebutuhan mendesak seperti penanggulangan bencana. Kementerian Kehutanan juga sedang memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak karhutla dengan menyiapkan nomor call center khusus.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 16.00
Bos BGN Soal Anggaran MBG 2027 Masih Ambil Dana Pendidikan: Tanyakan ke Purbaya
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 15.30
Purbaya Mau Anggaran MBG Dihemat Sehemat-hematnya, Bos BGN Bilang Gini
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 09.17
Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Datangkan Hujan di Kalteng dan Kalbar
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 19.43
Gunung Sinabung Berstatus Siaga, Ratusan Warga Tiga Desa Mulai Mengungsi
Berita terkait
Soal Target Pemadaman Karhutla, Menhan Sjafrie: Tergantung Rakyat Indonesia
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.33
Menkeu Siap Cairkan Anggaran Karhutla Sumatera-Kalimantan: Asal Jangan Di-Markup!
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 19.45
BNPB Masih Punya Rp5 Triliun, Purbaya Siap Tambah Dana Karhutla Jika Kurang
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 19.00
K/L Minta Anggaran Tangani Karhutla, Purbaya: Asal Jangan Mark Up
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 15.25