Dari Luka Menjadi Kekuatan, Kisah Bangkit Penyintas Terorisme
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tony Soemarno, penyintas Bom Hotel J.W. Marriott 2003, dan Mariane Ka'awoan, penyintas Bom Pasar Tentena 2005, menunjukkan proses pemulihan dari trauma terorisme yang melibatkan dukungan psikologis, fisik, dan hak dari negara. Tony mengalami luka fisik serta trauma psikologis yang membutuhkan waktu, dukungan, dan keberanian untuk bangkit. Dengan pendampingan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Tony menemukan makna hidup baru melalui pengampunan dan menulis buku 'The Power of Forgiveness', sekaligus bertemu narapidana terorisme untuk mempromosikan perdamaan. Mariane menekankan pentingnya memaafkan demi kedamaan, karena kebencian tidak menghantarkan kedamaan. Kisah keduanya mencerminkan tema 'Healing Through Memories' dalam Peringatan Hari Internasional Korban Terorisme 2026, menunjukkan bahwa pemulihan penyintas membutuhkan dukungan negara untuk mengubah luka menjadi kekuatan. Tag: teroris luka bnpt pemulihan penyintas perdamaan indonesia"، "tags": ["teroris", "luka", "bnpt", "pemulihan", "perdamaan"]
Bagikan
Berita terkait
BNPB: Kunjungan Presiden ke Kalimantan Jadi Penyemangat Personel Karhutla
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 19.16
Langkah BNPB Tangani Meluasnya Karhutla: Water Bombing hingga OMC
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 19.15
Wali Kota Pekanbaru Turun Langsung Padamkan Karhutla Bersama TNI-Polri
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 19.13
Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Minta Penanganan Karhutla Secara Cepat
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 19.13