Darurat DHA, Delapan dari 10 Anak Indonesia Kekurangan Nutrisi Otak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada 2016 menunjukkan 8 dari 10 anak Indonesia usia 4-12 tahun kekurangan asupan EPA dan DHA di bawah rekomendasi FAO/WHO. DHA penting untuk perkembangan dan fungsi otak serta sistem saraf anak. Dr. Shyrien Amalina MSc, SpA menjelaskan bahwa ketika anak masuk sekolah dasar (usia 7-12 tahun), preferensi minuman berubah drastis dari susu menjadi minuman bercita rasa seperti cokelat, teh kemasan, atau minuman ringan. Susu menjadi sumber DHA yang mudah dikonsumsi oleh anak-anak namun mulai ditinggalkan.
Bagikan
Berita terkait
Champion Bantu Ibu Menjaga Nutrisi Anak Tanpa Drama
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 15.49
Kebut Swasembada Susu, Pemerintah Targetkan Penambahan 600 Ribu Sapi Perah
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.30
Di Tengah Karhutla, TAP Bagikan Susu-Masker ke Anak Sekolah di Lamandau, Kalteng
kumparan · 25 September 2026 pukul 15.30
FeedWise: Aplikasi AI Nutrisi Anak Kolaborasi UNDIP-BRIN Juara di Singapura
Media Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.35