Daryono : Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa swarm tercatat di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat sejak 16 September 2024. Daryono dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) menjelaskan gempa swarm adalah rangkaian gempa berulang tanpa gempa utama, tidak otomatis menandakan gempa besar akan terjadi. Berdasarkan data BMKG, gempa terakhir pada 17 September pukul 04.59 WIB dengan magnitudo 2,6 dan kedalaman 3 km. Pangalengan berada di wilayah dengan deformasi kerak bumi kompleks, berdekatan dengan Sesar Garsela. Daryono menekankan pola gempa perlu dianalisis melalui distribusi episenter, kedalaman, mekanisme sumber, migrasi aktivitas, dan perubahan temporal-spasial. Gempa dangkal dapat menghasilkan guncangan kuat meski magnitudo kecil. Masyarakat diminta tidak panik namun meningkatkan kesiapsiagaan, memastikan bangunan aman, dan memahami prosedur darurat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 08.28
BMKG Catat 47 Kali Gempa Guncang Bandung Sejak Kemarin
JawaPos · 17 September 2026 pukul 08.00
Bandung Digunjang 42 Gempa sejak Kemarin, BMKG: Akibat Sesar Aktif
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 07.00
Gempa Dangkal 2,2 Magnitudo Mengguncang Kabupaten Bandung, Begini Penjelasan BMKG
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 17.14
BMKG: Ada 15.722 gempa susulan dalam 30 hari pasca-gempa NTT
Berita terkait
BMKG : Gempa Berkekuatan 2,2 Magnitude di Kabupaten Bandung
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 07.26
Peringatan Dini Tsunami Cegah Banyak Korban Jiwa
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.24
Gempa Susulan Flores M7,7 Bisa Berlangsung 4-6 Bulan, BMKG: Kekuatan Kecil
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 16.31
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Banten
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 17.25