Data Awal 3.080 Anak Tak Sekolah di Duren Sawit, Verifikasi Temukan 105 Kasus Riil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Data awal Kementerian Pendidikan mencatat 3.080 anak tidak sekolah di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Setelah dilakukan verifikasi langsung ke lapangan oleh tim gabungan Satlak Pendidikan, kelurahan, dan kader Dasawisma, jumlah kasus riil yang ditemukan hanya 105 anak. Sebagian besar data awal terbukti tidak akurat karena warga telah pindah domisili, menikah, meninggal, atau alamat tidak ditemukan. Dari 105 anak tersebut, 75 kini kembali mendapat akses pendidikan: 64 anak belajar gratis di PKBM Golden dengan sistem hybrid, dan 11 anak berkebutuhan khusual ditempatkan di enam SLB swasta karena kuota SLB negeri terbatas. Sisa 30 anak belum kembali ke sekolah karena bekerja sebagai buruh bangunan atau menikah di usia dini. Biaya sekolah anak berkebutuhan khusus ditanggung melalui skema orang tua asuh dan pendanaan patungan camat, lurah, dan tokoh masyarakat. Para siswa juga mendapat buku, perlengkapan belajar, kartu JakLingko, serta dukungan psikologis dan edukasi antiperundungan. Pemerintah kecamatan akan melakukan evaluasi bulanan untuk memantau kehadiran dan perkembangan belajar siswa.
Bagikan
Berita terkait
Kebakaran di Duren Sawit Jaktim Hanguskan 37 Bangunan, 125 Warga Mengungsi
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 17.16
Cerita Korban Kebakaran Duren Sawit Jaktim, Sempat Dengar Ledakan
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 16.55
Kebakaran Duren Sawit Hanguskan 35 Kontrakan, Gudang Sparepart, Pabrik Lumpia
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 16.26
Kebakaran Hanguskan 40 Bangunan di Duren Sawit, 84 Warga Terdampak
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 15.07