Daya Beli Masyarakat Turun, Pedagang Beras di Pasar Tradisional Bandung Mengeluh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pedagang beras di pasar tradisional Bandung mengeluhkan penurunan daya beli masyarakat sekitar 80 persen. Konsumen cenderung memilih beras dengan harga paling murah, sehingga omzet menurun. Rahmat Kurnia, pedagang di Pasar Kosambi, menyatakan kualitas beras medium menjadi pilihan utama karena harganya terjangkau, sementara beras premium hanya dibeli kalangan tertentu. Stok beras masih tersedia dengan pasokan hingga berton-ton dalam satu minggu. Harga beras mengalami kenaikan Rp 5.000 per kilogram sejak 2020 hingga saat ini. Harga beras medium sekitar Rp 15 ribu/kg, premium Rp 15-18 ribu/kg, naik dari Rp 14 ribu/kg pada 2025. Bosar Manurung menyatakan harga pembelian dari petani dan pemasok di Majalengka menjadi faktor penyebab harga tidak dapat ditekan.
Bagikan
Berita terkait
Harga Beras di Bandung Masih Sesuai HET, Stok Jabar Aman hingga 2027
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 11.30
Harga Beras di Bandung Terkendali, Stok Jabar Diproyeksikan Aman hingga 2027
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 11.00
Pedagang Sudah Terima Kompensasi, Puluhan Kios di Terminal Cicaheum Dibongkar Mandiri
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 11.30
Harga Daging Sapi Tembus Rp180 Ribu per Kg, Daya Beli Melemah
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 06.34