Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

DBS Intip Peluang dari Lonjakan Investasi AI dan Energi

Perekonomian global memasuki siklus belanja modal baru yang didorong oleh pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan energi. Penyedia layanan awan berskala besar meningkatkan pengeluaran karena permintaan komputasi melebihi pasokan, sementara inisiatif AI berdaulat menambah lapisan strategis pada investasi infrastruktur. Pendapatan perusahaan AS melonjak 26% pada kuartal terakhir, dipimpin oleh saham terkait AI, sehingga price-to-earnings ratio turun menjadi 22x, meskipun PEG ratio tetap seimbang. Sepuluh saham AI teratas menghasilkan sekitar 78% dari kenaikan indeks, menunjukkan konsentrasi pasar yang tinggi.

DBS melihat peluang lain di sektor energi karena kembalinya ketahanan energi dan belanja modal AI yang berkelanjutan sekitar US$1 triliun per tahun selama beberapa tahun ke depan, yang akan meningkatkan permintaan tenaga dan listrik. Investasi mencakup hidrokarbon tradisional dan terbarukan, penyimpanan, jaringan grid, dan tenaga nuklir, dengan fokus pada penerima manfaat tipe "pick-and-shovel" seperti ekosistem semikonduktor, perangkat keras khusus, dan penyedia layanan minyak. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan risiko harga energi tinggi dan kerentanan pasokan, sementara kebijakan fiskal terkait pertahanan dan industri menambah tekanan inflasi. Investasi AI yang besar juga mendorong inflasi jangka pendek, dan keluarnya Tiongkok dari deflasi menambah tekanan harga.

DBS menyarankan strategi obligasi yang hati-hati—menghindari durasi ultra-panjang dan fokus pada kredit investment-grade dengan durasi portofolio 5‑7 tahun—serta diversifikasi ke emas dan saham komoditas Tiongkok. Bank ini menawarkan wawasan global yang dipersonalisasi melalui DBS Treasures dan DBS Treasures Private Client untuk membantu nasabah menavigasi dinamika pasar dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Berita terkait