Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

DBS Ungkap Alasan Emas Selalu Menarik untuk Investasi

Head of Market Intelligence, PT Bank DBS Indonesia, Boy Suhendry menyatakan harga emas akan tetap tangguh meski anjlok 4% pada 28 September 2026. Penurunan harga disebabkan lonjakan minyak, dolar AS, dan ancaman kenaikan suku bunga The Fed. Harga emas ditutup di US$4.114,27 per troy ons, level terendah 7 pekan. Boy menyatakan emas didukung pembelian Bank Central, ketidakpastian geopolitik, dan fiskal. Emas dinilai sebagai instrumen diversifikasi, lindung nilai, dan paling likuid. DBS CIO merekomendasikan meningkatkan alokasi pada saham Asia (non-Jepang), obligasi korporasi negara maju, emas, serta aset swasta dan hedge funds, sambil mengurangi eksposur saham Eropa dan obligasi pasar berkembang. Investor diharuskan mempertahankan disiplin diversifikasi untuk menghadapi volatilitas pasar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait