Dengar Kabar 116 Juta Warga RI Kurang Makan, Begini Respons Bos BGN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 40% penduduk Indonesia dari kelompok ekonomi terbawah (kuintil 1 dan 2) mengalami defisit kalori dan protein, diperkirakan mencakup 116 juta orang. Kondisi ini menjadi alasan utama pemerintah memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat paling membutuhkan. Selain kekurangan gizi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mencatat adanya kelebihan gizi di kalangan remaja dan dewasa perkotaan, meskipun sebagian besar anak-anak masih kekurangan.
Kepala BGN Sudaryono menanggapi tunggakan pembayaran kepada mitra MBG senilai Rp1,6 triliun, yang sedang dalam proses audit oleh BPKP. Ia menegaskan pembayaran baru dilakukan setelah audit dinyatakan bersih dan clear, sesuai mekanisme yang berlaku. Sementara itu, Sudaryono menekankan urgensi program karena target penerima seperti anak-anak dan ibu hamil tidak bisa menunggu lama. BGN berupaya menyelesaikan masalah administrasi untuk fokus pada pelaksanaan program secara optimal, dengan waktu sebagai kompetitor utama.
Bagikan
Berita terkait
Cara PASTI Dorong Pencegahan Stunting Berbasis Masyarakat di Kubu Raya
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 00.30
Negara Asia Ini Dilanda Fenomena Krisis Dokter, 6 Loker Kosong Pelamar
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 19.15
Masa Depan K3 Indonesia: Dari Surveilans Menuju Pencegahan
Detik.com · 26 September 2026 pukul 08.23
Bhayangkari Peduli Hadir di Pulau Borang: Sehatkan dan Perkuat Ketahanan Warga
kumparan · 25 September 2026 pukul 20.00