Di Balik Corong Mikrofon 17 Agustus 1945
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/722850/original/mikrofon_proklamasi.jpg)
Pagi buta 17 Agustus 1945, persiapan pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia belum sempurna. Salah satu kekurangan adalah mikrofon untuk Sukarno. Dua pemuda, Wilopo dan Njonoprawoto, mengembara mencari mikrofon dan menemukan hasil rakit sendiri dari Radio Satriya owner Gunawan di Jalan Salemba Tengah. Mikrofon beserta perlengkapan (corong, stand, verstekker, band) dibuat Gunawan menggunakan bahan sederhana termasuk selubung rokok. Meski hanya ada satu mikrofon yang tersedia, Gunawan meminjamkannya. Sunarto (saudara Gunawan) memasangnya di Jalan Pegangsaan Timur 56. Setelah acara selesai, mikrofon dikembalikan ke Gunawan yang kemudian diserahkan ke Harjoto, Sekjen Kementerian Penerangan, dan diberi kembali ke Sukarno sebagai hadiah ulang tahun ke-58. Sukarno mengamanatkan mikrofon disimpan di Monumen Nasional sebagai kenangan perjuangan kemerdekaan.
Bagikan
Berita terkait
Siap-siap, Hari Bakti Postel 2026 Digelar di Kantor Pos Bandung Besok
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 14.44
Kedubes RI di London Gelar Diplomasi Budaya, dari Songket hingga Tabola Bale
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 20.20
Museum Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir di Sukabumi Diresmikan
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 09.58
Insiden Mikrofon Prabowo: Betapa Berkuasanya Seskab Teddy di Negeri Ini
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 12.00