Di Forum APEC, Indonesia Dorong Tata Kelola Hutan dan Konservasi Mangrove
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia mendorong penguatan tata kelola kehutanan global dan konservasi mangrove dalam forum APEC. Melalui Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Laksmi Wijayanti, Indonesia menekankan komitmen perdagangan hasil hutan yang legal dan berkelanjutan. Indonesia juga mengajak negara-negara APEC berkolaborasi dalam konservasi mangrove melalui World Mangrove Center (WMC). Indonesia memiliki sekitar 23% mangrove dunia dan memperkenalkan WMC sebagai pusat kolaborasi global untuk riset, inovasi, dan restorasi mangrove.
Indonesia memiliki Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) yang diakui internasional untuk menjamin legalitas hasil hutan. Selain itu, Indonesia mendorong pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) sebagai sumber ekonomi alternatif bagi masyarakat sekitar hutan. Hal ini dianggap sebagai transformasi untuk menjaga hutan tetap lestari.
Partisipasi Indonesia dalam APEC Ministerial Meeting on Forestry di Shenzhen, Tiongkok, merupakan bagian dari strategi Kementerian Kehutanan di bawah Menteri Raja Juli Antoni untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam agenda kehutanan global. Indonesia berkomitmen menjadi penggerak kolaborasi internasional dalam pengelolaan hutan lestari.
Bagikan
Berita terkait
Mangrove Jakarta Impact & Digital Edge Gelar Aksi Konservasi di Pulau Tidung
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 00.21
Mangrove Berperan Jaga Pesisir dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 16.59
Konservasi Mangrove Simanja Pulihkan Ekosistem Pesisir
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 21.27
SIG Kembali Garap Pantai Bahak, Ribuan Mangrove hingga UMKM Jadi Sasaran
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 17.55