Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Di Forum APEC, Indonesia Dorong Tata Kelola Hutan dan Konservasi Mangrove

Indonesia mendorong penguatan tata kelola kehutanan global dan konservasi mangrove dalam forum APEC. Melalui Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Laksmi Wijayanti, Indonesia menekankan komitmen perdagangan hasil hutan yang legal dan berkelanjutan. Indonesia juga mengajak negara-negara APEC berkolaborasi dalam konservasi mangrove melalui World Mangrove Center (WMC). Indonesia memiliki sekitar 23% mangrove dunia dan memperkenalkan WMC sebagai pusat kolaborasi global untuk riset, inovasi, dan restorasi mangrove.

Indonesia memiliki Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) yang diakui internasional untuk menjamin legalitas hasil hutan. Selain itu, Indonesia mendorong pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) sebagai sumber ekonomi alternatif bagi masyarakat sekitar hutan. Hal ini dianggap sebagai transformasi untuk menjaga hutan tetap lestari.

Partisipasi Indonesia dalam APEC Ministerial Meeting on Forestry di Shenzhen, Tiongkok, merupakan bagian dari strategi Kementerian Kehutanan di bawah Menteri Raja Juli Antoni untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam agenda kehutanan global. Indonesia berkomitmen menjadi penggerak kolaborasi internasional dalam pengelolaan hutan lestari.

Berita terkait