Di Muktamar NU, Prabowo Sebut Korupsi Bikin Kekayaan RI Lari ke Luar Negeri, Klaim Hemat Ratusan Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa korupsi menyebabkan kekayaan Indonesia banyak yang hilang dan dibawa ke luar negeri. Ia menegaskan pentingnya pemberantasan korupsi agar kekayaan negara tidak terus mengalir keluar. Dalam pidatonya di Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Prabowo juga mengklaim pemerintah telah menghemat anggaran hingga ratusan triliun rupiah melalui penutupan celah yang memungkinkan kekayaan negara keluar.
Prabowo menjelaskan bahwa uang hasil penghematan tersebut digunakan untuk membantu masyarakat miskin dan kelompok yang paling tidak berdaya. "Uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya," ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung kekayaan alam Indonesia, termasuk ladang gas dan emas yang menurutnya telah ditemukan. Ia optimis bahwa kekuatan ekonomi Indonesia akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang, asalkan pemberantasan korupsi tetap dilakukan agar kekayaan tersebut tidak kembali hilang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 19.08
Prabowo Sebut Bisa Hemat Ratusan Triliun, Digunakan Bantu Rakyat Paling Miskin
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.48
Prabowo: Kita Temukan Ladang Gas, Ladang Emas, Luar Biasa!
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.37
Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo Tegaskan Jasa Besar Nahdlatul Ulama untuk Indonesia
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.22
Buka Muktamar, Gus Ipul: Pengurus Secukupnya, Tetapi NU Selamanya
Berita terkait
Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo: Ini Kehormatan Besar Bagi Saya
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.19
Minta Kartu NU sebelum Muktamar Ditutup, Prabowo Singgung Dukungan NU-Muhammadiyah
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 20.15
Prabowo Perkenalkan Istilah Jas Hijau di Muktamar NU: Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Ulama
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 20.03
Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Tagih Kartu Anggota NU ke Gus Yahya
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 19.59