Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Di Puncak EKONIKLIM, KLH dan Kemenko Pangan Soroti NEK-Tata Kelola Iklim

Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia menggelar EKONIKLIM Talkshow episode ke-15 sebagai penutup Season 2 podcast, dengan tema "Orientasi Kebijatan Iklim Indonesia dari Perspektif Ekonomi dan Keuangan". Ary Sudijanto dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Fajar Nuradi dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan membahas peran Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai instrumen pembiayaan untuk pengembangan energi hijau dan ketahanan pangan. Diskusi menekankan pentingnya tata kelola transparan, akuntabel, dan kredibel dalam pengembangan pasar karbon, termasuk penerapan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) untuk mencegah duplikasi dan meningkatkan kepercayaan investor. Ary menyampaikan bahwa penguatan akuntabilitas dalam ekosistem pasar karbon, pajak karbon, dan SRUK perlu dilakukan agar NEK dapat menjadi instrumen strategis mendukung target iklim dan menarik pembiayaan untuk pembangunan rendah karbon. Sementara Fajar menekankan perlunya koordinasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan agar kebijatan iklim dapat mendukung agenda pembangunan nasional hingga tingkat daerah, termasuk program pangan dan energi di desa yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kedua narasumber juga menyoroti bahwa potensi NEK sebagai mesin pertumbuhan hijau hanya terwujud dengan dukungan tata kelola kuat, mekanisme pembagian manfaat adil, dan koordinasi kebijakan konsisten. Langkah penting lainnya meliputi penyelesaian kerangka hukum melalui RUU Perubahan Iklim, penguatan implementasi NEK, dan kesiapan menghadapi kebijakan internasional seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) agar kebijatan iklim mendukung penurunan emisi dan memperkuat daya saing industri nasional.

Berita terkait