Dilema ESG dan Fundamental Investor Mendorong Lahirnya Indeks Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar modal semakin menuntut pertimbangan investasi yang tidak hanya mengedepankan kinerja keuangan, tetapi juga aspek keberlanjutan atau ESG (Environmental, Social, and Governance). Namun, emiten dengan kinerja ESG yang baik belum tentu memiliki fundamental keuangan yang kuat, likuiditas memadai, atau valuasi yang sesuai. Sebaliknya, perusahaan dengan fundamental sehat belum tentu memiliki kinerja keberlanjutan yang baik. Kondisi ini mendorong pengembangan indeks baru yang menggabungkan kedua aspek tersebut secara bersamaan.
Katadata mengembangkan Katadata ESG Sustainability & Financial Index (KESGI) 50, indeks yang terdiri dari 50 emiten dengan kinerja keuangan sehat dan praktik keberlanjutan yang baik. KESGI 50 menggunakan empat lensa penilaian: kinerja ESG menggunakan metodologi Katadata ESG Insight, kualitas fundamental emiten, kelayakan pasar (likuiditas dan free float), dan valuasi pasar. Indeks ini diharapkan menjadi referensi bagi investor untuk mengevaluasi emiten secara lebih menyeluruh, menggabungkan keberlanjutan dengan kondisi keuangan dan karakteristik saham di pasar.
KESGI 50 diperkenalkan pada Katadata SAFE 2026 yang dilaksanakan pada 16-17 September 2026 di Jakarta. Indeks ini akan diluncurkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi pelengkap indeks ESG yang sudah ada seperti IDX ESG Leaders dan ESG Quality 45 IDX KEHATI. Dengan pendekatan ini, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kinerja keberlanjutan perusahaan sekaligus kondisi keuangan dan pasar.
Bagikan
Berita terkait
Daftar Peraih Anugerah Ekonomi Hijau Kategori Komitmen Penggerak Ekonomi Hijau
Detik.com · 4 September 2026 pukul 09.36
Daftar Perusahaan Pendukung Ekosistem Berkelanjutan Raih Anugerah Ekonomi Hijau
Detik.com · 3 September 2026 pukul 22.56
Telkom Raih Penghargaan Integrasi Prinsip Keberlanjutan dalam Transformasi Bisnis
Detik.com · 3 September 2026 pukul 20.40
BEI Luncurkan Label Saham Hijau, 3 Emiten Jadi Penerima Perdana
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 10.48