Dinkes Jatim: Banyak Kasus HIV Ditemukan di Sidoarjo Bukan Tanda Darurat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinas Kesehatan Jawa Timur menegaskan bahwa tingginya temuan kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo bukan tanda kondisi darurat, melainkan bagian dari strategi percepatan eliminasi HIV pada 2030 melalui deteksi dini dan pengobatan. Kepala Dinkes Jatim Prof Erwin Astha Triyono menjelaskan hal itu menyusul sorotan publik terhadap temuan 22 calon pengantin yang dinyatakan positif HIV di Sidoarjo hingga Juni 2026. Data Dinkes Sidoarjo mencatat jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di daerah tersebut mencapai 7.129 kasus hingga April 2026.
Erwin meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan tingginya temuan kasus sebagai lonjakan penularan. Menurutnya, kabupaten atau kota yang berhasil menemukan banyak kasus justru patut diapresiasi karena berhasil melakukan deteksi dini. Ia juga mengingatkan agar pemberitaan mengenai HIV tidak dibangun dengan narasi yang memicu kepanikan dan seolah-olah menunjukkan bahwa Sidoarjo atau Jawa Timur dalam kondisi darurat HIV. Erwin menambahkan bahwa HIV bukan penyakit yang mudah menular, penularannya terutama terjadi melalui hubungan seksual berisiko dan penggunaan narkoba suntik.
Bagikan
Berita terkait
Buaya Berukuran 4 Meter Muncul di Tepian Sungai Monodon Sidoarjo, Warga Khawatir
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 16.04
Bamsoet Dorong Medical Check-Up Berbasis Teknologi dan Deteksi Dini di RI
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.51
Deteksi Dini Jadi Kunci, CKG Diperkuat untuk Tekan Kematian akibat Penyakit Tidak Menular
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 12.11
Jangan Tunggu Sakit, Pemerintah Perkuat Deteksi dan Layanan Kesehatan
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 12.02