Dirut Bank Jakarta Ungkap Sejumlah Kekhawatiran KUB BPD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank DKI menjadi induk atau anchor skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Maluku Malut selama setahun untuk memenuhi modal inti Bank Pembangunan Daerah (BPD). Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menyatakan bahwa KUB ini relevan sebagai kolaborasi yang menguntungkan, namun menyampaikan beberapa kekhawatiran. Tantangan utama meliputi perbedaan kepentingan antar pemegang saham, perbedaan ekspektasi, dan perbedaan modal. Agus juga menyuarakan kekhawatiran bahwa identitas bank daerah bisa terpinggirkan, padahal seharusnya KUB hanyalah platform kolaborasi. Di masa awal kolaborasi, masalah pembagian biaya sering muncul, namun setelah berjalan, kolaborasi biasanya berjalan lancar. Oleh karena itu, diskusi awal yang komprehensif sangat penting untuk menghindari konflik di kemudian hari. Agus menekankan pentingnya berani berkolaborasi untuk membangun infrastruktur, menjaga tata kelola, kualitas aset, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Menurutnya, peluang bagi pertumbuhan BPD sangat baik, baik dari segi permodalan maupun likuditas, sehingga kunci utamanya adalah bagaimana BPD mengeksekusi peluang yang tersedia tanpa membuat keputusan yang merugikan di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Video: Urgensi Optimalisasi KUB Demi Perkuat Likuditas dan Layanan BPD
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 14.00
Video: Jurus Bank Jatim Agar Sinergi KUB Saling Menguntungkan BPD
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 17.00
Jadi Induk KUB, Bank Jatim (BJTM) Siap Jalankan Program Ini
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 16.54
Video: Bank Jakarta dan BanK Jatim Soal Peran BPD Jadi Community Bank
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 16.43