Dirut Bank Jakarta Ungkap Sejumlah Kekhawatiran KUB BPD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank DKI menjadi induk atau anchor skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Maluku Malut selama setahun untuk memenuhi modal inti Bank Pembangunan Daerah (BPD). Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menyatakan bahwa KUB ini relevan sebagai kolaborasi yang menguntungkan, namun menyampaikan beberapa kekhawatiran. Tantangan utama meliputi perbedaan kepentingan antar pemegang saham, perbedaan ekspektasi, dan perbedaan modal. Agus juga menyuarakan kekhawatiran bahwa identitas bank daerah bisa terpinggirkan, padahal seharusnya KUB hanyalah platform kolaborasi. Di masa awal kolaborasi, masalah pembagian biaya sering muncul, namun setelah berjalan, kolaborasi biasanya berjalan lancar. Oleh karena itu, diskusi awal yang komprehensif sangat penting untuk menghindari konflik di kemudian hari. Agus menekankan pentingnya berani berkolaborasi untuk membangun infrastruktur, menjaga tata kelola, kualitas aset, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Menurutnya, peluang bagi pertumbuhan BPD sangat baik, baik dari segi permodalan maupun likuditas, sehingga kunci utamanya adalah bagaimana BPD mengeksekusi peluang yang tersedia tanpa membuat keputusan yang merugikan di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Bank Jatim perluas fungsi KUB dari modal ke integrasi bisnis
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 14.22
Laba Bank Jatim Melonjak Jadi Rp1,2 Triliun per Juli 2026, Ditopang Ekspansi Bisnis Lewat KUB
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 13.57
Video: Urgensi Optimalisasi KUB Demi Perkuat Likuditas dan Layanan BPD
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 14.00
Video: Jurus Bank Jatim Agar Sinergi KUB Saling Menguntungkan BPD
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 17.00