Ditekan Oposisi dan Sekutu Kabinat, Anwar Ibrahim Pertimbangkan Pemilu yang Dipercepat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan kesiapan untuk mempertimbangkan seruan agar pemilihan umum (Pemilu) diadakan lebih awal, meskipun keputusan akhir belum diambil. Seruan ini muncul dari pihak oposisi dan sekaligus dari Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi yang juga merupakan anggota kabinat dalam pemerintahan persatuan. Anwar menegaskan bahwa keputusan akan diambil setelah pertimbangan matang dan kemudian disampaikan kepada Raja Malaysia, Sultan Ibrahim Sultan Iskandar, untuk pembubaran parlemen.
Seruan pemilu dini juga mendapat dukungan dari Abdul Hadi Awang, presiden Parti Islam Se-Malaysia (PAS). PAS merupakan bagian dari koalisi oposisi Perikatan Nasional (PN) yang baru saja bekerja sama dengan Barisan Nasional (BN) dalam pemilihan negara bagian Negeri Sembilan. PAS juga memerintahkan pendukungnya untuk mendukung BN dalam pemilihan negara bagian Johor pada Juli. Pemilu ke-16 dijadwalkan paling lambat Februari 2028.
Anwar baru-baru ini menjanjikan reformasi dan menegaskan kembali kebijakan berbasis kebutuhan dalam kongres partai, menyusul kemunduran partainya dalam pemilihan umum sebelumnya. Pemerintahan persatunya meliputi koalisi Pakatan Harapan (PH), BN, dan koalisi-koalisi dari wilayah Borneo.
Bagikan
Berita terkait
Anwar Ibrahim Hadapi Konflik Internal, Kekalahan Pemilu Bayangi Kongres PKR Malaysia
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 08.15
Usai Turunkan Harga BBM Non-Subsidi, Malaysia Tambah Kuota Subsidi
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 10.50
Kurangi Beban Warga, PM Malaysia Naikkan Kuota BBM Subsidi Jadi 300 Liter/Bulan
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 13.30
Malaysia Tambah Kuota BBM Subsidi Jadi 300 Liter per Bulan, Harganya Rp8.767 per Liter
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.23