Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

DNA Jenazah di Enggano Dicocokkan dengan Keluarga Jurnalis, Butuh Waktu 2 Pekan

Proses pencocokan DNA antara sampel antemortem keluarga jurnalis yang hilang di kapal cepat KM Arupadatu I dengan jenazah laki-laki tanpa identitas di Pulau Enggano, Bengkulu, sedang berlangsung dan diperkirakan memakan waktu sekitar dua pekan. Sampel DNA keluarga dari posko di Banten telah diserahkan ke Polda Bengkulu untuk identifikasi. Jenazah berusia sekitar 50 tahun, tinggi badan 163 cm, ditemukan mengenakan celana pendek di Pulau Enggano. Awalnya, karena tidak ada warga lokal yang mengklaim jenazah tersebut, pihak Forkopimcam memakamkannya. Namun, setelah koordinasi antar-polda, jenazah digali kembali dan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk autopsi dan identifikasi postmortem. Lima jurnalis dan tiga kru kapal KM Arupadatu I berangkat ke perairan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) dan dinyatakan hilang. Tim SAR mulai pencarian pada Selasa (8/9). Mayat tanpa identitas ditemukan pada Sabtu (12/9) dan diautopsi pada Senin (14/9). Para jurnalis yang hilang adalah M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis freelance). Tiga kru kapal yang hilang adalah Warta/Surahman (kapten), Sukarman (ABK), dan Heriyanto (pemandu). Polda Banten menyatakan akan memelihara komunikasi dan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga untuk memantau perkembangan identifikasi oleh Tim DVI Polri. Pihak kepolisian menekankan pentingnya informasi bagi keluarga yang masih mempertuhi harapan untuk menemukan kembali anggota keluarga.

Berita terkait