Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dokter Baru Unusa Dilarang Kehilangan Empati di Tengah Teknologi

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof. Tri Yogi Yuwono, memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah dokter baru Fakultas Kedokteran (FK) Unusa pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa profesi dokter harus dipandang sebagai panggilan kemanusiaan, bukan sekadar sarana untuk mengejar materi. Sumpah dokter dianggap sebagai komitmen moral yang harus dijaga sepanjang karier.

Prof. Yogi menyampaikan bahwa tantangan dunia medis semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), telemedicine, genomik, dan big data. Dokter dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampandan teknologi. Namun, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggantikan esensi kemanusiaan dan empati dalam pelayanan kesehatan.

Ia juga mengingatkan para dokter baru akan pentingnya menjaga etika, khususnya saat berinteraksi dengan pasien atau melalui media digital. Prof. Yogi mengacu pada kasus Yurizal Tri Chaerawan sebagai contoh pentingnya etika profesi di era digital.

Berita terkait