Dokter Paru Ungkap Dampak Hirup Abu Vulkanik: Saluran Napas Bisa Iritasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau terdeteksi di Jakarta, Lampung, dan sekitarnya pada 6 September. Dokter spesialis paru dr. Wulandini menjelaskan abu terdiri dari mineral, batu, dan partikel kecil yang dapat menyebabkan iritasi saluran napas. Gejala awal meliputi gatal hidung, batuk, nyeri tenggorokan, yang dapat berkembang menjadi sesak napas. Risiko tinggi bagi penderita alergi, asma, PPOK, ibu hamil, lansia, dan balita. Paparan singkat juga berpotensi menimbulkan gangguan jika konsentrasi tinggi. Untuk mengurangi risiko, dianjurkan penggunaan masker N95, mengurangi aktivitas luar rumah, menjaga nutrisi, istirahat, minum air putih, serta mencuci hidung secara rutin. Jika gejala memburuk, segera konsultasi ke dokter.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 6 September 2026 pukul 22.15
Menhub Tutup 8 Bandara, Begini Nasib 170 Ribu Penumpang Jalur Udara
Detik.com · 6 September 2026 pukul 21.05
8 Bandara Ditutup hingga Tengah Malam, Ini Penjelasan Menhub
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 20.20
Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Warga Diminta Waspada
Detik.com · 6 September 2026 pukul 19.39
Sekolah di Lampung Belajar Daring Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Berita terkait
Polres Metro Bekasi Kota Bagikan Masker, Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau
kumparan · 6 September 2026 pukul 20.21
Arie Untung Tak Bisa Pulang, Penerbangan Denpasar-Jakarta Dibatalkan
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 19.19
Update Waktu Penutupan 8 Bandara: Halim dan Soetta Hingga 23.59 WIB
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 18.41
Hadapi Abu Anak Krakatau, Seskab Teddy Ingatkan Warga Pakai Masker N95
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 17.31